Pangdam V Panen Raya Padi di Ngawi, Begini Komentarnya

oleh -
LAHAN MILIK TNI AD : Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto melakukan panen raya padi jenis Japonica di lahan persawahan milik TNI AD di Ngawi

MADIUN

Penulis : M. Rizqi

Link Banner

Lenterakata.com – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto melakukan panen raya padi jenis Japonica di lahan persawahan milik TNI AD seluas 1,6 hektar di Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi.

Pangdam didampingi Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Deni Rejeki, Forkopimda Ngawi dan PT Amerta Tani Maju. Dari panen raya ini, Pangdam mengaku cukup puas dengan hasilnya.

“Dari hasil panennya, 1 hektarnya kurang lebih 8,3 ton. Ini cukup luar biasa,” ujarnya di lokasi, Senin (12/12/2022).

Pangdam mengungkapkan, kegiatan di bidang ketahanan tersebut merupakan implementasi dari kebijakan Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman untuk mengolah lahan-lahan TNI AD yang kurang produktif menjadi produktif.

“Bahkan, lahan masyarakat yang kurang produktif, kami juga membantu mengolah untuk ditanami tanaman-tanaman yang dibutuhkan oleh masyarakat. Seperti padi, singkong, kedelai dan lain sebagainya,” tambahnya.

“Sekali lagi ini wujud implementasi kebijakan dari bapak Kasad untuk membantu ketahanan pangan,” tegasnya.

Ditanya dukungan TNI di Jawa Timur, khususnya dari Kodam V/Brawijaya di bidang ketahanan pangan, Pangdam menjelaskan, dirinya telah memerintahkan para Danrem dan Dandim di jajarannya untuk membantu pemerintah daerah dan bersama-sama masyarakat guna mengolah lahan-lahan yang kurang produktif atau lahan tidur.

“Itu bertujuan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat di wilayah masing-masing. Sekali lagi, kami mendorong dan kami membantu kepala daerah untuk meningkatkan ketahanan pangan,” bebernya.

Sebelumnya, Pangdam juga memberikan apresiasi atas keberhasilan Danrem Kolonel Deni dan seluruh jajarannya dalam memanfaat lahan-lahan tidur untuk membantu masyarakat. Dia berharap, agar pencapaian itu dapat terus untuk dilakukan. Karena Pangdam menilai, ke depan masyarakat masih membutuhkan kehadiran mereka.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *