Generasi Merdeka Ajak Emak-emak di Tuban Peduli pada Negeri

oleh -
SENTUH AUM PEREMPUAN : Jaleswari Pramordawardhani Kepala Deputi V Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, Keamanan, dan Hak Azasi Manusia Kantor Staf Presiden saat Sapa Kaum Perempuan di Tuban

TUBAN

Penulis : M. Rizqi

Link Banner

Lenterakata.com – Peran perempuan bukan hanya sebagai ‘konco wingking’ dalam istilah Jawa. Atau hanya berkutat pada kasus, sumur dan dapur. Sebab, perempuan punya peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Bahkan, pada masa depan negeri ini. Karena itu, perempuan harus peduli pada negerinya, pada bangsanya dan pada pemimpinnya.

Hal itulah yang disampaikan Evi Ratnasari Pembina Generasi Merdeka saat menggelar Disko atau diskusi kongkow di Kabupaten Tuban, Jawa Timur Jumat (29/12/2023).  Acara ini juga dihadiri relawan Ganjar-Mahfud ada yang ada di Kabupaten Tuban, seperti ; SOBAT HIJAU GANJAR (SHG), GENTA INDONESIA, SRIGAN PERTIWI TUBAN, BGRP, JARWO, KGN,  DPC GARIS TUBAN dan SIBER. Juga ada SURGA TUBAN, GANJARIST BUMI RONGGOLAWE, PROJO GANJAR, DPC OMG TUBAN, MASYARAKAT PENDUKUNG GANJAR (MPG), POSPERA, FOREDER, SAGA TUBAN, SGM, GEGAMA, PROGO, RAJUT, KNPP GP dan lainnya.

Karena itu, Generasi Merdeka mengajak kaum perempuan untuk peduli pada pemilihan pemimpin, dalam hal ini pemilihan presiden. Ada tiga calon presiden yang bisa dipilih.

‘’Namun kami ingin yang memimpin negeri ini nanti adalah pemimpin yang punya kapasitas dan kapabilitas. Perempuan punya peran menuju Indonesia unggul dimulai dari memilih pemimpin yang benar,’’ ujarnya.

Evi mengajak agar kaum perempuan untuk tidak memilih calon presiden yang hanya bermodal populer, bermodal gemoy atau terkenal lainnya, namun kapasitas dan kapabilitasnya belum teruji. Kalau hal itu terjadi, maka masa depan bangsa yang dipertaruhkan.

‘’Maka ibu-ibu dan para kaum perempuan mari pilih calon yang kapasitas sudah tak diragukan lagi. Ganjar-Mahfud adalah calon yang tepat untuk memimpin. Saya bukan politisi, tapi rasanya pemimpin bangsa ini kelak harus orang yang tepat,’’ tambahnya.

Ratusan perempuan yang hadir dalam kegiatan tersebut juga diajak untuk menjadi ibu atau perempuan yang bijak dan cerdas. Kaum ibu harus berpendidikan dan punya pengetahuan yang luas agar bisa mendidik anak-anaknya.

‘’Ibu sangat penting perannya. Kiprah perempuan tak terbatas di masyarakat dan pemerintahan. Ibu adalah tiang negara, begitu agama bilang,’’ kata narasumber lainnya Fini Rahmatika yang seorang psikolog.

Kiprah dan peran itu, lanjut dia, dimulai dari rumah. Agar anak-anaknya punya sumber daya manusia (SDM) yang hebat ibu harus pintar, dan hebat pula. Perlu ilmu untuk bisa mendidik dan  mengasuh anak-anak.

‘’Karena ibu harus menyiapkan anak-anaknya yang akan tumbuh di eranya nanti. Ini penting, dan peran ibu menjadi sangat utama di sini,’’ jelasnya.

Pemateri lain yang mengisi acara adalah Jaleswari Pramordawardhani Kepala Deputi V Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, Keamanan, dan Hak Azasi Manusia Kantor Staf Presiden. Dia kagum dan bangga melihat antusiasme dan semangat para peserta.

‘’Yakin dan pasti Indonesia akan baik-baik saja jika melihat semangat ibu-ibu seperti ini. Di Surabaya kemarin juga luar biasa sambutannya,’’ katanya.

Jaleswari yang merupan Tim Kampanye Nasional (TKN) Ganjar-Mahfud itu menyebut ada sekitar 278 juta penduduk Indonesia. Dari jumlah itu,  yang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) dalam pemilu Februari depan sebanyak 204 juta.

‘’Dan 102,8 juta lebih adalah perempuan, atau 51 persen lebih dari DPT, artinya suara perempuan sangat dominan dan menentukan pada hasil pemilu,’’ tuturnya.

Karena itu, dia mengajak para ibu untuk memilih atau ikut pada pasangan Ganjar Mahfud yang sudah terbukti kapasitas dan kapabilitasnya. Program-programnya sudah sangat bagus. Salah satu programnya adalah antikorupsi.

‘’Karena korupsi itu menyengsarakan, maka jam 7 sampai 13.00 14 Februari nani luang waktu untuk ke TPS dan memilih pasangan Ganjar-Mahfud untuk menuju Indonesia lebih baik,’’ ajaknya.

Dia mengatakan, masyarakat jangan takut menentukan pilihan. Saat ini sudah bukan jamannya diitimidasi, dipaksa-paksa atau lain sebagainya. Jika ada yang mengintimidasi dia minta untuk tidak segan-segan melaporkan.

‘’Jika misalnya ada pejabat Camat atau pejabat lain misalnya, atau siapa yang mengintimidasi laporkan saja,’’ tegas dia.

Program lainnya pasangan Ganjar-Mahfud beber dia adalah KTP Sakti (satu kartu terpadu Indonesia). Kartu ini sudah encakup banyak data, termasuk data bantuan sosial. Jika saat ini banyak kartu, seperti KIP, bansor, dan sebagainya terkadang masih tak tepat sasaran, karena ada perbedaan data.

‘’Soal data juga banyak dibicarakan di rapat-rapat kabinet. Presiden sering bertanya kenapa data kementerian satu dengan lainnya tak sama. Nah dengan KTP Sakti nanti akan teratasi,’’ ungkapnya.

Jaleswari juga menyebut program lainnya seperti 1 desa 1 nakes, 10 juta hunian, 1 KK miskin 1 sarjana, kuliah gratis, buruh naik kelas, guru ngaji dan agama lain digaji. Juga petani bangga dengan bertani, bangga bertani, di laut kita jaya nelayan berdaya dan lainnya.

Karena itu kaum perempuan menurut dia, harus cerdas dan cermat dalam menentukan pilihan. Sebab, menurut dia, sekadar milih presiden bukan sekadar memilih namun pingin agar Indonesia dipegang tangan yang benar. Pembangunan yang sudah baik dilanjutkan dan ditingkatkan, tidak malah set back atau kembali ke belakang.

‘’Kalau saja yang ada di ruangan ini ngajak satu orang saja untuk milih Ganjar-Mahfud, sudah banyak yang ingin Indonesia dipimpin pemimpin yang tepat,’’ tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *