Belum Semua Kecamatan di Tuban Punya Perpustakaan, Begini Kata Bupatinya

oleh -
TINGKATKAN MINAT BACA : Bupati Tuban Melihat Fasilitas Perpustakaan Kecamatan Grabagan usai DIresmikan

TUBAN

Penulis : M. Rizqi

Link Banner

Lenterakata.com – Kabupaten Tuban Jawa Timur punya 20 kecamatan. Hanya, sampai saat ini baru 13 kecamatan yang sudah punya perpustakaan sendiri. Yang terbaru, Kecamatan Grabagan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban Nur Khamid menyatakan, Pemkab Tuban telah membangun Perpustakaan Umum di 13 kecamatan, yaitu di Jatirogo, Grabagan, Singgahan, Tambakboyo, Jenu, Tuban, Semanding, Kenduruan, Widang, Rengel, Kerek, Senori, dan Palang.

“Insyaallah, sesuai arahan Mas Bupati, diharapkan kecamatan lain menyusul,” ujar Nur Khamid, di sela peresmian perustakaan Kecamatan Grabagan.

Menurut Nur Khamid, perpustakaan Grabagan memang menjadi prioritas, hingga langsung dianggarkan pada P-APBD tahun 2022 dengan besaran anggaran mencapai 800 juta rupiah. Pengerjaan dimulai dari Oktober hingga Desember 2022.

“Biasanya pakai DAK, tapi Grabagan ini prioritas karena ada lahan, dan memang strategis,” terangnya.

Sedang minat baca di Kabupaten Tuban tahun 2022 menurut Survei Gemar Membaca Jawa Timur, memiliki nilai 64 persen. Upaya menumbuhkan minat baca dan literasi terus dilakukan, untuk mengurangi angka buta aksara, serta peningkatan SDM.

Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, SE. meresmikan langsung Perpustakaan Umum Kecamatan Grabagan tersebut. Usai peresmian bupati mengatakan pendirian Perpustakaan Umum Kecamatan Grabagan tersebut merupakan bukti konkret komitmen kepala daerah dalam pengentasan buta huruf di Indonesia.

Menurutnya, pembangunan perpustakaan di kecamatan-kecamatan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk membaca. Disamping itu, juga sebagai wadah melek literasi melalui akses buku yang lebih beragam, penggalian pengetahuan, berdiskusi, berkarya, dan memunculkan gagasan baru untuk membantu pembangunan di Kabupaten Tuban.

Untuk itu, Mas Bupati  meminta agar perpustakaan selalu update buku, baik fisik maupun digital, berinovasi, dan menerima karya ilmiah atau karya tulis dari masyarakat. Tak hanya itu, pemanfaatan perpustakaan juga harus lebih meluas.

“Tak melulu tempat untuk membaca, namun juga diskusi, atau bedah buku, kitab-kitab tentang agama misalnya, atau karya ilmiah lain,” ucap Mas Lindra.

Ia berharap, pemerataan akses buku melalui perpustakaan kecamatan, dapat menciptakan generasi yang kritis dan inovatif, yang akan membangun tuban di masa depan.

“Saya membayangkan kita akan punya generasi muda yang melek literasi, gemar membaca, kritis, penuh dengan ide cerdas,” ungkapnya.

Ia berpesan agar seluruh pihak menjaga, merawat, dan memanfaatkan perpustakaan tersebut dengan baik. Pemkab melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan akan terus berinovasi guna menciptakan kecintaan masyarakat akan perpustakaan, hingga mau untuk membaca buku. “Kita terus berikhtiar untuk menumbuhkan minat masyarakat membaca, seperti dengan perpustakaan digital, buku digital, atau audio book,” pungkas Mas Bupati.

Nur Khamid menambahkan, semangat literasi selalu digaungkan oleh dinas yang ia pimpin, namun menurut Nur Khamid, pemerintah tidak bisa sendiri dalam menumbuhkan minat baca dan literasi di masyarakat. Upaya tersebut harus disertai  kolaborasi dengan semua pihak, hingga memunculkan inovasi baru yang mengikuti zaman dan kebutuhan masyarakat.

Ia mengaku, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan sekolah-sekolah untuk menjadwalkan kunjungan, perpustakaan keliling, adanya layanan Tulib, serta terus memenuhi  kebutuhan buku yang beragam.

“Bahkan, kita juga akan mengembangkan audio book ke depannya agar tidak tertinggal oleh tren zaman saat ini,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, lokasi perpustakaan umum Kecamatan Grabagan cukup strategis, yaitu berada di Desa Grabagan, berdekatan dengan Koramil dan KUA Kecamatan Grabagan, dengan pemandangan perbukitan indah di area belakang.

Koleksi buku di perpustakaan ini sebanyak 2.420 eksemplar, ditunjang dengan fasilitas lengkap lainnya. Sedang total koleksi buku Perpusda sendiri, hingga saat ini mencapai 300 ribu eksemplar dan 150 ribu buku digital. Jumlah tersebut tersebar di 13 perpustakaan umum kecamatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *